Sosialisasi Instrumen Akreditasi BAN PT (ISK & IPEPA) Oleh BPM Universitas PGRI Banyuwangi

Jum’at, 22 Oktober 2021 bertempat di Aula Pertemuan Universitas PGRI Banyuwangi dilakukan Sosialisasi Instrumen Akreditasi oleh BPM Universitas PGRI Banyuwangi. Hadir dalam acara sebagai pemateri Ketua BPM Bapak Tofan Priananda Adinata, M.Si. Selain itu acara juga dihadiri Wakil Rektor 1, Dekan, Ka. BAAK, Ka.LPPM, dan Ka. Prodi di lingkungan Universitas PGRI Banyuwangi.

ISK adalah instrumen akreditasi tambahan yang digunakan untuk pengambilan keputusan konversi peringkat terakreditasi yang diperoleh dengan Instrumen Akreditasi 7 Standar (APS 3.0 dan APT 2.0) menjadi peringkat Akreditasi baru sesuai dengan Instrumen Akreditasi 9 Kriteria (APS 4.0 dan APT 3.0)

Prinsip dasar persyaratan konversi adalah (1) pemenuhan syarat perlu terakreditasi dan (2) pemenuhan syarat perlu peringkat terakreditasi sebagaimana diatur dalam Peraturan BAN-PT Nomor 3 dan Nomor 5 Tahun 2019 dan (3) dua (2)  butir persyaratan yang merupakan penanda penting pelampauan SN-Dikti dan (4) transisi menuju Outcome Based Accreditation 

Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi (IPEPA) merupakan instrumen yang digunakan untuk memantau dan mengevaluasi peringkat akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi. Pemantauan yang dilakukan oleh BAN PT terdiri dari 3 Tahap Pemantauan. Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi akan dilakukan sebagai berikut

  1. Pemantauan Tahap 1 dilakukan berdasarkan data perguruan tinggi dan program studi pada PDDikti. Pemantauan tahap ini dilakukan secara machine to machine antara PDDikti dan SAPTO BAN-PT.
  2. Pemantauan Tahap 2 dilakukan jika DE masih memerlukan informasi yang lebih lengkap dari perguruan tinggi. Pada tahap ini DE akan meminta perguruan tinggi untuk menyampaikan Data Kinerja dan Laporan Evaluasi Kinerja
    sesuai format yang ditetapkan. Selanjutnya panel asesor akan ditugaskan untuk melakukan asesmen terhadap kedua dokumen tersebut.
  3. Pemantauan Tahap 3 dilakukan jika DE masih memerlukan informasi lebih lanjut atas kondisi perguruan tinggi dan program studi, atau hasil Pemantauan Tahap 2 mengindikasikan adanya penurunan peringkat. DE akan menugaskan
    panel asesor yang sama dengan yang ditugaskan pada Pemantauan Tahap 2 untuk melakukan asesmen lapang ke perguruan tinggi sesuai panduan yang ditetapkan. Asesmen lapang pada tahap ini pada dasarnya adalah konfirmasi atas data dan informasi yang ada di dalam dokumen DK dan LEK kepada pimpinan perguruan tinggi, manajemen, dan stakeholders yang relevan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *